Cerita singkat tentangnya.
Assalamualaikum wr.wb.
Saya ingin berbagi sebuah cerita, lebih tepatnya tentang profil diri seseorang, yang berawal dari sebuah keluarga, tepatnya keluarga Bapak H.Muhammad Zen dan Ibu H.Rosmanidar. Keluarga ini sangat menarik, disiplin yaaa bisa dibilang seperti itu, kenapa sayan katakan disiplin? Karena setiap malam selesai shlat Maghrib tidak dibolehkan menonton TV sebelum jam 20.00 WIB, jadi sebelum jam 20.00 WIB keluarga itu harus makanmalam dan belajar. Tidak diperbolehkan keluar malam, batas keluar bagi anak perempuan sampaijam 17.00 WIB.
Saya ingin berbagi sebuah cerita, lebih tepatnya tentang profil diri seseorang, yang berawal dari sebuah keluarga, tepatnya keluarga Bapak H.Muhammad Zen dan Ibu H.Rosmanidar. Keluarga ini sangat menarik, disiplin yaaa bisa dibilang seperti itu, kenapa sayan katakan disiplin? Karena setiap malam selesai shlat Maghrib tidak dibolehkan menonton TV sebelum jam 20.00 WIB, jadi sebelum jam 20.00 WIB keluarga itu harus makanmalam dan belajar. Tidak diperbolehkan keluar malam, batas keluar bagi anak perempuan sampaijam 17.00 WIB.
Beliau ini mempunyai 4 orang anak, 1 laki-laki dan 3 orang perempuan, anak pertama perempuan Ikhlas Wati 34 Tahun, anak kedua Zulhasnita 32 tahun, anak ketiga Syamsul bahri 28 tahun Dan yang paling bungsu Lestari Zen 19 tahun.Nah, saya akan lebih fokus bercerita tentang anak bungsu daribeliau ini.
Lestari Zen, akrab di sapa Ayi, lahirpada 25 Juli 1998 di Pulau Jambu nama salah satu kampung di Kampar. Lahir pada dini hari, orang-orang dulu mengatakan jika anak yang labir pada dini hari itu kepribadiannya sangat-sangat luarbiasa bandel, sepertinya itulah yang membuatnya menjadi anak yang keras kepala, penuh misterius,bandel, pemberontak, egois tapi dengan semua sifat itu hatinya lembut, cengeng, gampang nangis jika dibentak, apalagi dibentak Ayah.
Semenjak TK, SD yang terjadi justru diluar dugaan, bisa dikatakan dia sering dipermainkan dan dimanfaatkan oleh teman-temannya, dia merasa teman-temannya itu ingin bermain dengannya seperti anak-anak yangberteman pada umumnya, ternyataorang yang dianggap teman itu hanya menginginkan Uang jajan miliknya bukan dirinha, setiap hari uang jajan yang diberikan ayahnya habis di ambil sama temannya, terpaksa diberikan karena jika tidak dia tidak akan diajak bermain, bahkan pernah sekali dia dituduh mencuri uang temannya, lemah dan tidak pandai melawan, terbayanglah sperti apa.
Tidak lama kemudian, keluarga mereka pindah rumah ke desa lain, pindah sekolah, lega rasanya setelah meninggalkan sekolah yang mengerikan itu. Pindah kesekolah baru adalah hal yang menyenangkan baginya, karena disekolah baru dia sangat disayangidan diajak bermain bersama oleh teman-teman barunya. Bermain dari pulang sekolah sampai Adzan Maghrib itulah kebiasaannya waktu SD.
SMP dan SMA, watak keras kepalanya sudah mulai nampak, sering melawan orang tua, kakak dan abang. Diusia itu keinginan untuk bandel dan melawan itu sangat-sangat ingin dilakukan, seperti ada sesuatu yang membisikkan ketelinga untuk melawan, sehingga jika sudah melawan hatinya merasa puas, kira-kira seperti itu. Di SMP dia selalu mendapat rangking 4, tidak pernah naik, sulit untuk mengalahkan 3 orang teratas itu. SMA watak keras kepala sudah mulai hilang dan sudah mulai berpikir kedepan bagaimana nanti masuk Universitas dambaan hatinya.
Masa SMA memang masa yang paling bahagia, paling indah. Pernahsekali masuk ruang BP karena seorang guru memergokinya memainkan sebuah HP kamera, memang dilarang tapi saya diam-diam membawanya kesekolah.Dan kisahnya berakhir dengan sangat-sangat tidak menyenangkan, dia membuat ayahnya malu didepan Kepsek, Kepsek itu teman dekat ayahnya yang sama-sama bertugas disuatu sekolah dulu. Sejak hari itu, dia minta maaf kepada kedua orang tuanya dan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan dalam bentuk apapun.
Lulus SMA, UIN Suska Riau adalah tempat mencari ilmu dan pengalaman baru baginya, teman baru, pengajar baru. Mengambil jurusan Ilmu Komunikasi, memang keinginannya mengambil jurusan itu, dan juga dorongan dan bimbingan orang tua. Pilihan ilmu komunikasi ini membuatnya yakin karena di komunikasi tidak ada belajar matematikanya, mudah-mudahan apapun yang menjadi pilihannya tetap di Ridhoi oleh Allah SWT.
Sampai saat ini Ayi menjalankan kuliah cukup baik, IP yang sesuai dengan kemampuannya, pada semester 3 mahasiswa Ilmu Komunikasi diwajibkan memilih konsentrasinya masing-masing, pilihannya Broadcasting, Public Relation dan Journalistic. Public Relation adalah pilihannya, kenapa?Karena Ayi ingin belajar lagi bagaimana cara supaya bisa tampil gagah berani didepan umum, karena sebelumnya Ayi banyak bicara dan cerewet jadi supaya omongannya itu jadi berisi, berfaedah, berguna bagi orang banyak, tidak salah rasannya jika konsentrasi ini yang dipilihnya.
Karena Ayi orangnya juga masih sangat pemalu jika diajak bicara oleh orang lain, tapi tidak jika dengan teman-temannya, jadi bahagia rasanya bisa kuliah di UIN Suska Riau ini. Nah, saya rasa hanya ini yang bisa saya ceritakan di blog ini. Semoga buat semester selanjutnya bisa lebih baik dari semester sebelumnya, semoga bisa jadi anak yang berguna bagi kedua orang tua dan negara nantinya dansemoga kita semua selalu didalam lindungan dan rahmat Allah SWT. Aamiin aamiin ya rabbal alaamiin.
Sampai jumpa di postingan selanjutnya! Salam komunikasi!!
Wassalamualaikum wr.wb.
Komentar
Posting Komentar